Kamis, 06 Desember 2018

Dirimu

Dirimu bukanlah yang pertama dalam perjalanan hidupku
Tapi Tuhan arahkan
Perahukku menujumu
Entah rahasia apa yang akan di munculkan di situ.
Aku hanya mengikuti arah anginNya.

~nenk yenni

Senin, 03 Desember 2018

Rembulan tiba

Persis ketika jam berdengung menunjukkan pukul 12 malam
Aku melangkahkan kaki menuju beranda rumah.
Bulan lah yang menarikku keluar.
Sinarnya cukup cerah hari ini.
Mengingatkan atas permintaanmu tentang dirimu dan rembulan.
Aku pandangi sang rembulan, adakah dirimu berada di situ?
Di antara celah sinarnya, atau
Di antara waktu yang selimutinya?
Dalam hening, aku dengar irama detak jantungku, deru nafasku, sambil menatapmu dalam-dalam.

Wahai yennash... 
Adakah kau rasakan alur ini dalam hening tidurmu?
Adakah kau sadari tentang perasaan yang tiba tiba hadir tanpa pernah ter mengerti, kenapa harus hadir?
Doa ku telah melebur bersama angin malam ini.
Dan kau sedang menghirupnya dengan lembutmu.

Semoga dia sanggup melemahkan kekuatan gelisah yang sedang kuasai dirimu.
Bulan semakin terang saja dalam pandanganku malam ini.
Dan bulan kini mengajakku untuk mengintip tidur mu.
Adakah aku dalam bawah sadarmu?
Sebab aku telah ciptakan manekin dirimu malam ini.
Agar tetap menikmati untuk perjalanan malam selanjutnya.

"Wahai Yennash, kau dengarlah jerit malam ini.
Sebagai perenungan langlahmu esok hari.

Nenk yenni
Agustus2017

Hujan dan rindu

HUJAN DAN RINDU
Oleh.nenk yenni

Bagiku hujan itu adalah puisi, darinya aku mampu menuliskan beberapa rangkaian kata ketika tetesan tetesan airnya menjelma menjadi alunan melodi yg sangat indah, lalu perlahan menyentuh ke dasar sanubari menciptakan riak riak rindu dan mulai menggelitik memaksaku untuk membuka kenangan yg tersimpan rapi dalam ingatan.

Adalah dari segaris lengkungan indah pada senyummu aku bahkan kadang kehabisan kata kata untuk selalu memujamu, seperti pada hujan kali ini kau tetap selalu menjadi gagas dalam setiap bait puisiku, cukup bagiku hanya dengan mendengar dan menikmati panorama riuh dalam rintiknya yang di suguhkan semesta, lalu kau pun hadir dan akupun dapat merasakannya.

Ini bukan sebuah obsesi atau sekedar cerita sang perindu yang sedang terpenjara realita, tapi ini adalah perihal kelimpahan keelokan yang di berikan-NYA, lewat pesona kekayaan bathin sang manusia tuhan yang membuat aku terkagum kagum di buatnya.seperti hujan yang selalu memberikan kesejukan dan aku tak pernah bisa berhenti merinduinya. Aku selalu membacanya ketika kerinduan datang membanjiri ingatan. dan
Ini untukmu, ambilah 💖